diam.

banyak sekali kata-kata bijak tentang “diam”, seperti.

***

“Diam bukan berarti kalah, tapi lebih karena merasa cukup dewasa untuk mengalah”

“diam itu emas”

“Kadang lebih baik DIAM daripada mengatakan sesuatu yg tanpa kamu sadari membuat semua orang akhirnya tahu kebodohanmu.”

“Dengan diam, belajarlah mengenali diri sendiri dan mengetahui bahwa segala sesuatu dalam hidup ini memiliki tujuan.”

***

dan pastinya masih banyak lagi, kata-kata mutiara tentang diam.

ada yg pro, ada juga yg kontra dengan sikap kita yg diam jika ada sesuatu yg bertentangan atau tidak umum di khalayak ramai

diam itu menghanyutkan, tapi mematikan. banyak sekali tipe-tipe orang seperti ini. unpredictable man. dia tipe orang yg susah di dikte oleh orang lain dan terkadang sekali dia bersikap maka dunia langsung dibuat gempar. nih contoh orangnya.

Mario+Balotelli+of+Italy+

 

 

 

 

mario ballotelli (ac milan player). dia salah satu orangnya. kalau kalian sebagai pengikut berita-berita sepakbola mancanegara pasti akan tahu berita-berita akan dia. namun lihatlah foto ini, dia menampakkan sisi yg sangat berbeda dari yang diberitakan selama ini oleh media.

hanya menangis saja, sudah membuat berita heboh sedunia. ini baru tangisannya. yap! beginilah tipe orang-orang diem.

dan masih banyak lagi makhluk-makhluk pendiem seperti ini. khas.

makhluk-makhluk tipe seperti ini mungkin kebanyakan dia berada di belakang layar kali yah. beliau lebih baik menjauh dari berbagai lensa kamera, dari cahaya matahari, atau cahaya bulan ketimbang harus terkena tangkapan mereka. “tidak terbiasa”, itu pesan dia.

akhir kata,

“diam. sikap ini bukan berarti menandakan kebodohan. tapi sikap inilah yang membentuk fondasi kejeniusanmu. sikap ini tidak akan terbiasa dengan lensa kamera, cahaya matahari, atau cahaya bulan. mereka lebih baik bersembunyi dari tangkapan-tangkapannya”

salam jilat

bandung cerah 😀

 

Advertisements

mengalah.

postingan kali ini, saya terinspirasi dari film 99 cahaya langit di eropa. baru nonton dong saya. hahaha. film dari bulan kapan coba, tp baru hadir di mata saya malam ini.

oke! saya potong adegan tema tentang mengalah itu terjadi saat.

“Fatma membayar semua makanan yang dibeli oleh orang yang secara tak langsung menghina islam (lewat cerita roti-nya) dan disaat itu pula hanum marah kepada fatma dikarenakan fatma seperti mengalah kepada orang-orang yg tadi menghina islam. tak mau melawan. itu pandangan dari seorang hanum.”

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kekalahan?

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kebodohan?

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kepasrahan?

tidak! bisa jadi mengalah ini kelak akan menjadi sebuah kemenangan yang hakiki. jelas! biasanya kelakuan mengalah ini tak akan terlihat langsung dampaknya saat itu juga.

seperti halnya dalam cerita novelnya mba hanum ini. setelah beberapa waktu, akhirnya orang-orang yang menghina islam tadi tak disangka meminta maaf via email. yap! inilah kemenangan awal dari sebuah perilaku mengalah.

surprise kan? inilah bagaimana sifat Allah Yang Maha SURPRISE!! telah bekerja kepada agen-agen rahasia islam dimanapun engkau berada.

seperti sebelumnya yg saya katakan, mengalah ini dampaknya biasanya tak akan engkau rasakan saat itu juga, maka kau harus baluti lagi hatimu dengan sifat kesabaran yang sangat kuat. kuat, sangat kuat.

mungkin mengalah lebih kearah kelembutan ketimbang ketegasan *menurut khalayak ramai*

tapi menurut hemat saya,

“mengalah. sifat ini bukan hanya kelembutan saja yg ada didalamnya. namun jika saya rasakan bahwa sifat ini adalah sebuah bentuk ketegasan yg dibaluti oleh rona-rona kelembutan. atau perlawanan tanpa adanya darah sekalipun kepada lawannya. damai.”

susah memang untuk berbicara masalah ini kepada orang-orang seperti hanum (di film) yang amarahnya tuh sudah di ubun-ubunnya. gak akan masuk ke telinganya kalau di nasehatin kayak gini. 😀

tapi lagi-lagi mengalah lah yg menjadi peran.

namun, ingat! tak selamanya juga perilaku mengalah ini bisa kau terapkan di semua ceritamu. pilih lah ceritamu, kira-kira mana yah yang cocok jika mengalah ini harus kita gunakan. dan lagi-lagi sensitivitas hatimu yang akan digunakan. yap! jadi intinya mereka (sabar. sensitivitas hati. mengalah) harus saling berkontribusi untuk mencapai kualitas jawaban yang sempurna.

selamat sahur kamu..

bandung bara

salam jilat.

sabar.

***

tau kah kamu? Bumi yang begitu indah ini tidak terbentuk hanya sehari, seminggu, atau setahun doang. tapi perjalanannya sangatlah panjang untuk mencapai bumi yang indah seperti sekarang. prosesnya sangat panjang dan didalamnya pun banyak sekali teori-teori yang ditemukan oleh manusia.

dan, tau kah kamu bahwa Allah (Sang Maha Pencipta) memiliki sifat yg bernama kun fa ya kun. tau kan?

namun yg sekarang yg jadi pertanyaan?

kenapa pada saat itu Allah tidak langsung saja menggunakan jurus kun fa ya kun-nya yah? hayoo.. kenapa coba?

kalau menurut hemat saya, inilah cara Allah mengajarkan kepada ciptaannya kelak untuk selalu bersabar. dan tidak ada batasnya. *maap gak ada referensinya euy*

bisa aja kan kalau Allah pakai itu jurus kun fa ya kun pasti sehari atau sedetik pun jadi itu bumi yg indah ini, tapi semua tidak Allah lakukan.

***

Nah! lantas kenapa sekarang. banyak sekali kisah dimana manusia mudah sekali kehilangan kesabarannya. mereka selalu menganggap bahwa sabar itu batasnya.

seperti kisah ini,

“ada seorang ibu yang mengeluh kepada seorang ustad. ibu ini mengeluh akan kondisi rumah tangganya yg telah berjalan 25 tahun. ibu ini mengeluh karna suaminya merasa tidak ada semangatnya untuk mencari nafkah. di rumah terus kerjaannya. usaha berbisnis sudah dilakukan tp gagal terus,ustad. saya jadi merasa sebagai tulang punggung keluarga, ustad. oke! satu dua tahun saya masih bisa menerimanya, namun kejadian ini sudah 25 tahun, ustad. suami saya tidak ada perubahan. mau sabar sampai kapan saya, ustad?”

lihatlah! Allah yang mau menunggu sampai bermiliar-miliar tahun agar sampai terbentuknya bumi yang begitu indah ini. namun kenapa kita yg sebagai ciptaannya tidak mau bersabar selama 2 tahun, 3 tahun, 10 tahun, 50 tahun , dan bahkan mungkin sampai 100 tahun.

dalam al-quran pun telah tertuang bahwa kesabaran itu tidak pernah ada batasnya lo..cek surat ini

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.   (Qs. Al-Imran :200)

di surat ini, dijelaskan bahwa tidak ada ukuran sebuah kesabaran tuh sampai mana..kita disuruh menguatkan kesabaran kita lagi, kalau memang sudah hampir mentok rasa sabarnya.

akhir kata,

“sabar. kata ini seperti sebuah boomerang yg lama-lama bisa menubruk kita sendiri, tapi lantas apa kita terus berputus asa? sabar hanya akan terlihat di akhir ceritamu. bukan di awal, bukan di tengah, namun di akhir cerita. maka di akhir ceritamu nanti akan terlihat mana pasir mana mutiara. jika kamu kuat pasti kau akan nampak bak mutiara. yakinlah!”

selamat menjelang subuh.

bandung kosong.

salam jilat.

senangnya dipanggil, MAHASISWA!

“hei! mahasiswa bau kencur sini sini kamu..masih baru di kantor ini aja udah belagu pake’ ngasih-ngasih masukan ke manager lagi. mau cari muka kamu?”, sahut senior di salah satu perusahaan terkemuka.

“ooohhh masih mahasiswa tohh…”, kata salah satu pengusaha senior dengan nada sedikit kecewa.

“waahh bisnisnya udah gede yah sekarang?pasti gede nih gajinya yah? kerja dimana?”,tanya seorang manager perusahaan terkemuka. “hehehee…saya masih MAHASISWA,pak”, sahut anak muda itu dengan bangganya.

****

yap! begitulah potongan-potongan kisah yang mungkin pernah kalian temui di jalan, kantor atau manapun lah. atau jangan-jangan kamu sendiri objeknya..hihihihihihii *pukpukpuk* atau *tepokdada*?

begitulah sebutan mahasiswa jaman sekarang yang masih dianggapnya sebagai insan yg terbilang cupu, bau kencur, gak punya apa-apa, selaiiinnn…

pangkuan orang tua….

gak semua gini sih, tapiiiiii..masih ada aja kok oknum-oknumnya yg kayak gini tapi jumlahnya gak sedikit loo alias masih buanyak!

eeiittsss..bentar, bentar..takut ngomongnya kemana-mana..saya tuh kali ini mau bercerita “bagaimana bangganya saya dipanggil dan menyebut diri saya masih MAHASISWA?”

entah kenapa. jika orang-orang disana masih menganggap saya cuma mahasiswa. entah kenapa. ada perasaan puas aja dalam batin ini. dan entah kenapa juga. saya sangat amat merasa sangat risih dengan menyebut saya. “wiiss! pak bos kemana aja nih?”. atau “bos,gimana rencana itu?”. atau “perkenalkan inilah dia CEO blablablablabla”. ah itu bukan saya banget! .

saya lebih bangga dengan status saya, MAHASISWA. apalagi kalau dibilang “hei! mahasiswa tingkat satu”.seru.

entah kenapa. saya pun juga tak tahu kenapa. tapi itulah saya.

oh.bisa jadi karena saya lebih senang menjadi pemain dibalik layar kali ya. lantas saya sedikit senang dengan sebutan ini.

tapi ada perasaan bangga aja ketika orang lain mengenal saya hanya masih “mahasiswa”, namun ternyata dibalik status “mahasiswa”-nya ada sederet kalimat-kalimat sebutan untuk dirinya yg seharusnya melebihi kata “mahasiswa”.

unpredictable man– saya suka ini.

“begitulah saya. saya lebih senang orang lain mengenal kehebatan saya kelak nanti saja ketika saya sudah berada liang lahat. saya pikir saya akan lebih tenang, ketimbang ketika saat saya masih hidup. tak kuat rasanya menahan godaan untuk pamer. biarlah semua terkuak ketika saya telah berada di liang lahat. indah rasanya.”

selamat malam, bandung

bandung embun 😀

mahasiswa

 

harta karun.

harta karun.

kali ini saya akan bercerita tentang harta karun. tapi bukan sejarah atau tetek-bengeknya harta karun yah. bukan.

gini deh kalau kalian sering baca buku atau nonton film pasti pada umumnya kan selalu menaruh posisi cerita “menemukan harta karunnya” selalu di posisi ending kan ya?

pernah gak nemu film yg pas ending ceritanya gak nemu apa apa. pernah gak? ada mungkin, tapi gak banyak kan.

ya! begitulah pun realita kehidupan sesungguhnya. terkadang saat kita hidup dalam setiap episode yg udah Allah kasih ke kita, pastinya allah terkadang gak selalu naruh “harta karun” milik kita tuh harus selalu ada di akhir episode. ngerasa gak? iya kan?

mungkin kadang-kadang allah ngasihnya tuh pas ditengah-tengah jalan atau bisa jadi pas diawal episodemu. dan bisa jadi juga allah ngasih “harta karun”-nya gak langsung semua. bisa jadi allah ngasih-nya dengan cara nge-cicil di tiap-tiap titik episode hidupmu. *kita aja sering nyicil perintah-perintah allah kan? masa’ kita dicicil sama allah, malah kita marah-marah* *ngaca dong*

nah yang jadi masalahnya, ngerasa gak nih kamu, kalau allah tuh sedang ngasih “harta karunnya”?? hayoo..enggak kan?

******

kalau adegan di film alexandria tuh gini..*saya capture potongan kata-katanya*

“nah! itu dia masalahnya,gaaasssss”, sahut si alexandria

******

itu dia masalahnya..setelah sekian banyak allah udah ngasih kita “harta karun”, tapi nyatanya kita selalu berdoa “yaa allah, kenapa Engkau tidak pernah mengabulkan doa-doa saya?”. kita sering kali mengeluh sperti ini. ini nih, kita gak pernah yang namanya bersyukur ya gini akibatnya. ngerik!

dan kita pun selalu memandang bahwa “harta karun” tuh adanya di ending cerita. coba sekarang mulai-lah berfikir, kalau allah tuh gak selalu ngasihnya di belakang kok.

nah sekarang gimana cara ngebaca-nya nih mas?

kalau saya bilangnya –sensitivitas hati– . pakai dia! *sedang senang nih dengan kata-kata ini*

kalau hatimu sedang gundah gulana, sedang hitam sehitam hitamnya, sedang kacau balau, pokoknya jauh lah dari allah. agak susah memang buat ngebaca-baca yg kayak begini (maksud : baca harta karunnya udah turun apa belum) . agak susah tapi bisa kok. carane?

ya! bersihkanlah itu bercak-bercak dosa yg ada di hatimu, biar kamu bisa gunain tuh skill “sensitivitas hati”. dzikir sob. baca al-qur’an sob. kumpul sama orang-orang soleh sob. banyakin sunnah sob (jgn lantas wajib ditinggalin). jaga wudu sob. banyak lah.

akhir kata,

“harta karun. terkadang, kita selalu terbawa irama permainan kalau cerita harta karun tuh selalu munculnya di ending cerita. tak! tak! mulai sekarang yakinlah Allah bisa ngasih harta karun tuh dimana aja. bisa di titik awal, tengah, atau akhir jalan episode ceritamu. bisa langsung sekaligus atau bisa jadi Allah ngasihnya nyicil. saya bisa katakan Allah itu Maha Surpise!! satu kalimat. nyalakan tombol sensitivitas hatimu.”

–salam jilat–

sore basah bandung.

supported by

re_buku_picture_87197

 

 

 

 

 

 

*lagi-lagi buku ini menginspirasi tulisan saya, harta karun*

thx. Paulo Coelho ; begitu hebatnya Allah selalu menitipkan pesannya pada orang-orang yg tepat.

perpaduan keindahan dalam tanda seru.

attention-307030_640 tanda-serutanda-seru

 

 

 

mungkin di dunia ini banyak sekali berbagai bentuk “Tanda Seru”, ini aja baru 3 desain yg saya temukan, jika kamu search aja di google pasti tambah banyak desain2 lucu buat tanda seru. oke! untuk meng-generelisasi-kan pikiran kita semua, saya pakai tanda seru yang resmi-resmi aja yah (versi pemerintah). nih!

logo resmi

nah! sekarang sudah sama kan pikiran kita, jadi lebih enak nih ceritanya..

emang ada apa sih dibalik gambar “tanda seru” itu? jawabannya, ada keindahan..hahahaa

coba perhatikan lebih dalem dan pelan,bro..lihat 2 gambar yg saya lingkari..

sdaf

jadi tanda seru itu, saya bagi menjadi 2 bagian, yakni gambar 1 (bagian pertama) dan gambar 2 (bagian keduanya)

gambar 1, jika kamu menelisik lebih dalem maka kamu bisa menyimpulkan bahwa gambar 1, menunjukkan sebuah “ketegasan”. kok bisa? saya menyimpulkannya dari bentuk lancip dibawahnya. saya pernah mendengar juga bahwa bentuk lancip adalah bentuk ketegasan. ingat slogan acara silet, yakni “setajam silet”. disana digambarkan bahwa silet yg tajam itu menandakan sebuah ketegasan akan berita-beritanya.

oke lanjut,….

gambar 2, untuk gambar yg kedua ini menurut saya menunjukkan sebuah “kelembutan”. kenapa? ya, karena bentuknya adalah lingkaran. gak jelas banget ya..hehehe

sebetulnya dari kedua penjelasan diatas hanya terbentuk dari perasaan hati seorang penulis aja sih. susah memang untuk dijelaskan, hanya sensitivitas hati yg tenang aj, yg bisa menggambarkan kedua bagian tersebut menjadi sebuah kata-kata..ceeieeeleeee songong-nya keluar..

lanjut!

jadi sekarang udah kegambar kan apa inti cerita saya kali ini..apa itu? ya! perpaduan indah antara ketegasan dan kelembutan..

saya sedang senang perpaduan antara kedua sifat yg kontras ini. bisa gak sih 2 sifat ini ada di dalam satu tubuh manusia. hayo bisa gak? ada contoh orangnya gak?

Nabi muhammad? oohh jelas beliau memiliki sifat ini, tapi saya yakin jika saya mencontohkan beliau maka cerita ini kedepannya tak akan menarik..eiittssss! bukan! bukan! saya tidak pernah akan meng-kerdilkan beliau. na’udzubillah. gile aja.

karena beliau dijadikan sebagai panutan kami (umat muslim) maka beliau dianggaplah sempurna. nah! untuk manusia yg biasa-biasa aja kayak kita ternyata ada loh orangnya, setelah saya membaca biografinya, saya kagum dengan cara-cara beliau mendakwahkan islam di bumi barat. beliau menggunakan perpaduan “ketegasan dan kelembutan”. hasilnya? bisa anda search aja di google. beliau bernama Imam Shamsi Ali. nih orangnya.

10377165_10202219912759202_9136038633197098871_n Shamsi-ali

dan ini bukunya..

10408816_10202219921839429_5646457763699744982_n

jadi bisa kok sebetulnya perpaduan sifat kontras ini ada di dalam satu tubuh manusia. cuma masalahnya dari manusia-nya aja, mau gak.

kembali ke gambar tanda seru.

ya! inilah sebuah perpaduan indah yg dibentuk oleh sebuah tanda seru. indah bukan?

walaupun kebanyakan orang menganggap bahwa tanda seru hanya simbol ketegasan doang. namun setelah kamu pakai apa itu sensitivitas hati buat ngebaca nih tanda, maka kamu akan dapat tuh yg namanya “perpaduan indah ala tanda seru”

seru dan nikmat tersendiri yah! membaca atau mendikte sebuah ketidak jelasan menjadi sebuah pencerahan dan kejelasan.

begitulah hidup terkadang tidak bisa kita hanya mengandalkan yg jelas-jelas aja, semua ketidakjelasan harus kita buat terang semua, agar jawabannya pun ikut terang benderang.

akhir kata,

“tanda seru. kebanyakan orang membentuk paradigma untuk sebuah tanda ini sebagai tanda ketegasan, seruan, suruhan, atau apapun lah itu namanya. namun jika kau membaca dengan hatimu maka kau tak hanya mendapati sifat itu saja. kau akan dapat apa itu ketegasan dan kelembutan yang melebur menjadi satu kata. indah .”

wassalamualaikum..

–salam jilat–

#ayokteraweh

 

kesempatan KEDUA!!

piss

kalau ngomong satu atau dua udah aman belum yah sekarang? atau masih ada yg sensitif nih? hahahaha..kayaknya masih deh ya, soalnya finalnya kan tgl 22 via KPU..

ups! sudah sudah..cerita kali ini bukan tentang siapa pemenang presiden indonesia kok, bukan kapasitas saya untuk ngobrolin tentang mereka, saat ini saya cuma masih sebagai penikmat sajian mereka berdua aja 🙂

kali ini ceritanya tentang “kesempatan KEDUA!!”

temen-temen pasti sering lah ya dapet kesempatan kedua. apa itu? mungkin kalian sebenarnya udah sering ngalamin apa itu kesempatan kedua, namun bisa jadi kalian tak pernah merasakannya kalau itu tuh kesempatan kedua yang udah Allah kasih..

nih ada studi kasusnya..ceeiileee studi kasus (jadi inget jaman tugas akhir kan…) 😀

kasus pertama,

“ada seorang pria mencoba melamar seorang gadis, segala usaha pertamanya sudah dilancarkan dan usaha pertama pun berbuah kata -maaf saya belum bisa– kata gadis itu,apa pemuda ini menyerah? No! dia percaya jalan masih panjang dan masih ada angka dua, tiga, empat, dst. artinya? dia mencoba sekali lagi dan dia merubah strategi. apa yg terjadi? jalan pun berubah dan akhirnya gadis pun menerima pinangannya” *tipe : akhir indah*

kasus kedua,

“ada pemuda yang ugal-ugalan saat menyetir mobil. saat perjalanan dr bandung-sukabumi, banyak sekali kejadian-kejadian yang hampir saja mencelakakan pengemudi dan seisinya, baik mobil sendiri maupun kendaraan yg lain. lalu suatu saat pemuda ini benar-benar hampir saja menabrak truk. saya yg ada didalamnya dibuatnya gemetaran tak terkira. ah! tapi sialnya pemuda ini seperti tak percaya, daritadi dia nih dikasih kesempatan kedua, ketiga, keempat untuk hidup. tapi? hasilnya dia tak merasakan apapun, yg ada dibenaknya adalah kenikmatan ngebut-ngebutan.” *akhiir yg tragis*

dari kedua kasus diatas, dijelaskan bahwa mereka berdua sebenarnya selalu mendapatkan kesempatan kedua, ketiga, keempat dari Allah, namun yg jadi masalah adalah ente yg sebagai subjek kehidupan tuh gak pernah ngerasain kalau allah tuh udah ngasih ke loe yg namanya kesempatan “KEDUA”.

gak perlu mobil yg mentereng, gak perlu gelar yang sepanjang jalan tol buat kamu bisa ngerasain allah tuh udah ngasih kesempatan kedua belum sih. cuma butuh sensitivitas hati doang kok agar kamu bisa ngerasain ini. simple!

look at this!

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (Q.S.Yunus : 13)

Artinya:

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. (10: 13)

lihat! al-quran pun sebenarnya juga telah mengungkapkan tentang apa itu kesempatan. di surat Yunus ini sebenarnya sudah dijelaskan walaupun kata-kata-nya tersirat. begitulah hebatnya al-qur’an. (lihat yg saya bold)

bagaimana? masih gak percaya kalau ada kesempatan kedua,ketiga,keempat?

percayalah! allah tuh sebegitu baiknya sama kita, makhluk ciptaannya yg “nakal”, selalu ngasih kita kesempatan gak cuma sekali, tapi kitanya aja yg gak pernah mau ngegunain hati kita buat ngebaca petunjuk dari allah..baca!baca! dong.

makanya allah nyaranin ke kita agar terus dzikir..dzikir..dzikir yaaa agar hatimu tuh bersih, tenang, dan tentram. apa akibatnya? yaa kamu bisa tuh ngegunain jurus sensitivitas hatimu buat ngebaca yg kayak-kayak begini.

akhir kata sebelum berbuka puasa,

wassalamualaikum, kamu..iya kamu..

*hehehehe,nungguin kata-kata mutiara yah..mau tau kata mutiara kali..coba scroll aja dari atas ke bawah dan carilah kata mutiaranya,,hahahaha..inget! pake’ sensitivitas hati yah nyarinya..susah soalnya.

 

“naikkan derajat kami!!!”, sahut sendal jepit

Ada suatu kisah di mesjid kota Bandung saat solat jumat berlangsung antara sandal jepit dan sepatu pantofel

————————————————————————————————————————————————————

sandal jepit : hei bro!! siapa yang bawa loe kesini?

sepatu pantofel : biasa si booss laaa..ente?

sandal jepit : yaaahhh kalau gue mah biasa laaa sama si cleaning servis *nada sedih*

sepatu pantofel : mungkin memang udeh takdir kali ya,,gue dipake sama para bos bos dan ente kebalikannya

sandal jepit : iyaa kali yaaaa…*pasrah mau bunuh diri*

sandal jepit : “naikkan derajat kamiiiii!!!”, sahut sendal jepit (dalam hati)

sepatu pantofel : sabar yaaa *sambil megang tangan sandal jepit ples sambil lihat bintang-bintang di angkasa*

woooiii! solat jumat mah siang woi, mana ada solat jumat malem..

*sekian*

—————————————————————————————————————————————————————–

yaaa begitulah kisah antara sendal jepit dan sepatu pantofel, jikalau mereka hidup dan bisa berkomunikasi antar alas kaki yang lain mungkin inilah percakapan yang akan terjadi. Sendal jepit mungkin menjadi alas kaki yang selalu di-ceng ceng-in oleh teman2 alas kaki lainnya.

kok bisa sih semuanya jadi seperti ini?

salah satunya mungkin karena si pemiliknya yang tak punya rasa “memiliki” kepada si sendal jepit. iya kan?

coba deh lihat ekspresi si pemilik alas kaki sepatu pantofel dan sendal jepit saat mereka kehilangan barangnya. apa yang kau lihat?

yang pertama, untuk pemilik sepatu pantofel pastinya langsung bergegas mencari-cari, nanya ke DKM *kalau hilang di mesjid*, dan biasanya jika belum ketemu juga akan terasa menyayat hati kalau inget harganya, dan apalagi kalau si pemiliknya nakal dia akan mengambil alas kaki yg lain sambil bergumam “datang kesini pakai bagus-bagus,,eehh pulang-pulang bawa sendal gratisan”

nah inilah kebanyakan reaksi oleh pemilik pantofel..

nah yg kedua, untuk pemilik sendal jepit, apa reaksi pertama yang dialami kebanyakan pemilik sendal jepit? kebanyakan akan legowo. lantas terusannya dia akan mencari sendal yg lain dan bergumam “aaahh beruntungnya saya, datang bawa swallow,,eehh pulang-pulang bawa rip curl”..

hahahhaaa.. inilah realita kehidupan sob, tak perlu kau pungkiri karena inilah realitanya..

dari kedua reaksi disana terlihat bahwa derajat sendal jepit sangatlah jauh wibawa-nya dengan sepatu pantofel..

makanya mulai sekarang mungkin seharusnya si pemilik sendal jepit harus kayak gini nih rasa kepemilikannya..

sandalmaut

“berikanlah rasa memiliki, kasih sayang, cinta yg fuulll kepada sendal jepitmu, selayaknya rasa itu yang kau berikan untuk kekasihmu”…

mungkin sekarang ini, beberapa anak-anak muda sudah mulai melek untuk menaikkan derajat sendal jepit..lihatlah cara-cara mereka menaikkan derajat sendal jepit…

s_2407068_sandaldistroqusilmerahkecil SANDAL JEPIT MONGKEY 40rbbagus-bagus kan desainnya… mungkin kalau diatas sendal jepitnya udah keliatan keren karena ketutup desainnya yg unik dan merk-nya pun ikut menunjang..

namun bagaimana nasib sendal jepit “swallow” yg benar-benar masih polos kayak anak kecil, bisakah naik juga derajatnya??

bisa kok..kalau saya akhir-akhir nih punya kebiasaan untuk menaikkan derajat sendal jepit yg merk swallow, agar tetap terlihat keren dan anak muda laaa..lihat gambar ini.10455590_10202236336929796_3558944963387539533_ndan bandingkan dengan gambar yg ini…10393740_10202236340489885_6298847569791498598_nkeren-an mana cik?kalau saya sih merasa hanya dengan membalutkan kaki saya dengan kaos kaki + celana jeans, maka secara tidak langsung sendal jepitku terasa naik tinggi-tinggi sekali derajatnya, mungkin udah sederajat macam sepatu-sepatu keluaran designer ternama *lebay*ini sih pandangan saya..atau pandanganmu sama?jadi mau keren gak perlu nunggu uang banyak kan? cuma butuh polesan dikit aja udah bisa keliatan mewah dan formal kok.. (tapi kalau bisa sih swallownya yaa harus bersih laaa)..

***

“I’m gonna get dressed, for success, shaping me up for the big time” (Roxette – Dressed For Success)

***

terus kalau boleh meminjam petikan lirik lagu dari Roxette – Dressed For Success, maka disana dijelaskan bahwa pakaianmu menentukan kesuksesanmu loh..

kata mas yoris juga di bukunya “101 Creative Notes” dan pada poin ke-42 pun juga dijabarkan bahwa pakaian yang kamu pakai hari itu akan menandakan juga apa yang akan keluar dari pikiranmu hari itu.

jadi intinya…

“nikmati pakaianmu yg kau pakai hari ini, maka itulah kamu sebenarnya” dan kalimat mutiara lainnya “mau kreatif?? kreatifkan pakaianmu!”

selamat minggu pagi ramadhan, untuk dinginnya kota bandung yg sedang diguyur hujan..

-salam jilat-