mengalah.

postingan kali ini, saya terinspirasi dari film 99 cahaya langit di eropa. baru nonton dong saya. hahaha. film dari bulan kapan coba, tp baru hadir di mata saya malam ini.

oke! saya potong adegan tema tentang mengalah itu terjadi saat.

“Fatma membayar semua makanan yang dibeli oleh orang yang secara tak langsung menghina islam (lewat cerita roti-nya) dan disaat itu pula hanum marah kepada fatma dikarenakan fatma seperti mengalah kepada orang-orang yg tadi menghina islam. tak mau melawan. itu pandangan dari seorang hanum.”

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kekalahan?

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kebodohan?

apakah mengalah selalu menandakan sebuah kepasrahan?

tidak! bisa jadi mengalah ini kelak akan menjadi sebuah kemenangan yang hakiki. jelas! biasanya kelakuan mengalah ini tak akan terlihat langsung dampaknya saat itu juga.

seperti halnya dalam cerita novelnya mba hanum ini. setelah beberapa waktu, akhirnya orang-orang yang menghina islam tadi tak disangka meminta maaf via email. yap! inilah kemenangan awal dari sebuah perilaku mengalah.

surprise kan? inilah bagaimana sifat Allah Yang Maha SURPRISE!! telah bekerja kepada agen-agen rahasia islam dimanapun engkau berada.

seperti sebelumnya yg saya katakan, mengalah ini dampaknya biasanya tak akan engkau rasakan saat itu juga, maka kau harus baluti lagi hatimu dengan sifat kesabaran yang sangat kuat. kuat, sangat kuat.

mungkin mengalah lebih kearah kelembutan ketimbang ketegasan *menurut khalayak ramai*

tapi menurut hemat saya,

“mengalah. sifat ini bukan hanya kelembutan saja yg ada didalamnya. namun jika saya rasakan bahwa sifat ini adalah sebuah bentuk ketegasan yg dibaluti oleh rona-rona kelembutan. atau perlawanan tanpa adanya darah sekalipun kepada lawannya. damai.”

susah memang untuk berbicara masalah ini kepada orang-orang seperti hanum (di film) yang amarahnya tuh sudah di ubun-ubunnya. gak akan masuk ke telinganya kalau di nasehatin kayak gini. 😀

tapi lagi-lagi mengalah lah yg menjadi peran.

namun, ingat! tak selamanya juga perilaku mengalah ini bisa kau terapkan di semua ceritamu. pilih lah ceritamu, kira-kira mana yah yang cocok jika mengalah ini harus kita gunakan. dan lagi-lagi sensitivitas hatimu yang akan digunakan. yap! jadi intinya mereka (sabar. sensitivitas hati. mengalah) harus saling berkontribusi untuk mencapai kualitas jawaban yang sempurna.

selamat sahur kamu..

bandung bara

salam jilat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s