sang penikmat alam

Penikmat alam. Apa yg terlintas saat anda mendengar nama ini? Mungkin, anda langsung terintas kepada orang-orang yang suka mendaki gunung, orang yang suka menyelami lautan luas. Pokoknya orang-orang yang demen ikut organisasi pecinta alam. Iya kan?

Oke! Mungkin itu penikmat alam yang sudah biasa dan sangat familiar di masyarakat.

Bagaimana dengan Sang Penikmat Alam yg anti-mainstream? J

Pastinya beda. Sang Penikmat Alam yang satu ini tak perlu mengeluarkan biaya yang besar atau perencanaan yang panjang. Dia sangat jarang atau bahkan sudah mulai menipis jumlahnya di muka bumi ini. Jadi pastinya dia suka “aneh” di hati masyarakat umum. Bahkan jarang tersentuh oleh hiruk-pikuknya keriuhan alam sekarang. Hening kesukaannya.

Kata kunci yang dia pendamkan dalam hati adalah menikmati. Dia terkadang cukup hanya duduk di taman pada sore hari dengan bukunya saja merasa sudah cukup untuk menikmati alam indah ini. Atau. Dia terkadang suka naik ke genteng dengan teh angetnya pada malem hari. Apa yang ingin dinikmatinya? Hanya ingin melihat indahnya rembulan pada malam itu. “cukup katanya”, kata dia.

Dia sangat mempercayai bahwa setiap kejadian yang ada di alam ini tak ada yang kebetulan. Dia mempercayai jika ada orang lain yang mengatakan bahwa kejadian di alam ini ada yang kebetulan maka orang ini dicap-nya oleh dia sebagai orang yang tak menghargai adanya Sang Maha Creator Alam. Pedas memang. Tapi dengan kepercayaan inilah yang membuatnya selalu bersyukur setiap perilaku alam yang terjadi di alam ini. Masih pedas cap-nya? Enggak kan? J

Saya rasa sebagai penikmat alam, anda cukup duduk aja di tepi sawah saat pagi hari dengan ditemani dengan buku sambil menikmati udara segar saja sudah cukup bagi anda menjadi penikmat alam sejati. Nikmat yah. Sederhana kelakuannya.

Dia sangat suka mereka-reka atau mendikte setiap kata-kata yang alam lontarkan. Dia percaya bahwa jawaban alam adalah jawaban allah. Terkadang kita yang belum menikmati alam ini agak sukar untuk membaca perilaku-nya (baca : alam). Kau harus mencintai dan menikmati dulu, lalu kau akan bisa membaca setiap perilaku alam.

Jika engkau sudah mendapatkan kenikmatannya, maka kau akan selalu menghargai tiap senti langkahmu di alam ini. Ingat! Alam juga akan selalu merekam tiap langkah senti langkahmu yah. Jadi hargai alam dan tiap senti langkahmu.

Lalu allah pun tidak selamanya memberi peringatan keras kepada penikmat alamnya hanya lewat peristiwa kerusakan alam saja, seperti tsunami, gempa bumi, atau apapun lah yg menimbulkan kerusakan.

Allah tuh Sang Maha Super Keren! Maka lewat keindahan alamnya pun, allah juga demen ngasih peringatan kepada penikmatnya, seperti supermoon, keindahan sawah, dll.

Keren kan allah?

Akhir kata,

“Label Sang penikmat alam kali ini bukan Cuma punya organisasi pecinta alam doang yah. Anda orang yg biasa-biasa aja bisa kok jd Sang Penikmat Alam. Cintai dan pelajari segala perilakunya. Maka kau akan selalu menghargai setiap detak jantung alam ini. Bentuk syukur-lah yg kelak akan menjadi tiang hidupmu”

ibam

 

 

 

 

 

 

Selamat pagi, para penikmat alam baru!

Selamat pagi, bandung!

Selamat pagi, aktivitasmu!

-milang-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s