akankah industri percetakan bakal musnah?

untuk kali ini, saya mau bercerita tentang “Akankah bisnis percetakan bakal musnah??”, kenapa tiba2 saya mau bercerita tentang ini, pertama, mungkin karena saya sudah jatuh cinta pada dunia percetakan. ketika saat itu ada yg ngedorong saya hingga saya ke-“cemplung” ke dunia ini sejak thn 2010. kedua, karena di berbagai media apapun nampaknya sudah banyak yang me-“ninabobo”-kan industri ini dan menganggapnya sudah mati kutu karna diserang oleh media-media berbasis online. nah, benarkah seperti itu? mari saya akan ulas sob dan isi dari blog kali ini mungkin kebanyakan saya akan ambil sumbernya dr majalah Print Media (edisi 49, Nov-Des 2012)

dan untuk mengawalinya saya mau kasih gambar ini nih

IMG-20131002-00835(sumber : Kamera pribadi)

Gambar diatas saya ambil persis di salah satu percetakan yang sudah memiliki nama untuk wilayah bandung dan ini bukan diambil pada tahun 1998 atau 2010, tapi tepatnya 2/10/2013..Masih sangat fresh sob!! dan transaksi ini bukan dilakukan oleh sebuah corporate, namun oleh seorang CALEG dari salah satu partai besar di indonesia..WOW!! Gile bukan!! eeiittss, sebelum saya malah nge-bacotnya kemana-mana, saya stop disini untuk persoalan si caleg eta.hehehe..saya mau fokus ngebahas industri percetakan sob..

Bagaimana? apakah gambar diatas sudah bisa menjawab pertanyaan judulnya sob?hehe.

Jika masih belum, mungkin selanjutnya saya mau ngulas dengan beberapa data yg saya dapatkan.

Mungkin kita selama ini selalu menyimak di berbagai berita apapun bahwa industri percetakan di dunia, khususnya indonesia bakal gulung tikar dan tak tahu entah akan gimana nasibnya. menurut pandangan saya dan beberapa data yg saya dapatkan menyatakan bahwa

“Hasil survey yang dipublikasikan sebuah jurnal menunjukkan, hingga tahun 2008 Asia masih menguasai 30% Pasar Industri Percetakan Dunia. Diperkirakan angka ini akan meningkat menjadi 35% pada tahun 2014. Hal ini tidak terlepas dari krisis keuangan global yang berdampak besar pada kolapsnya industri percetakan di AS dan eropa, sehingga kegiatan industri akan bergeser ke Asia. Hingga tahun 2008, pasar industri dunia mencapai US $700miliar. Pada 2014 persentase itu diperkirakan akan meningkat sebesar 10%” [Sumber : majalah Print Media (edisi 49, Nov-Des 2012)]

“Industri Percetakan di Indonesia bahkan saat ini lebih kompetitif dibandingkan dengan kondisi pada tahun 1990-an. Percetakan skala kecil aja di Jakarta sudah mencapai 2.000 unit. Dari total seluruh industri jasa percetakan di tanah air mencapai sekitar 80% yang lebih besar terkonsentrasi di Jakarta. Dan pada 2014 pasar percetakan Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga 40%” [Sumber : majalah Print Media (edisi 49, Nov-Des 2012)]

Nah dari 2 pernyataan diatas sudah bisa dilihat bagaimana perkembangan industri percetakan  yang semakin kompetitif. dan ini menunjukkan bahwa peluang bisnis di industri percetakan masih sangat menggiurkan, yang diprediksi tidak akan pernah mati. Kenapa? Pernyataan ini menggambarkan bahwa selama manusia masih melakukan kegiatan, maka peluang order cetak akan selalu ada. Semisal dari kegiatan bisnis dan usaha promosi, masa’ iya mereka cuma cukup pakai media online aja..enggak kan? emangnya manusia pada mantengin HP atau laptop mulu,, ya kagak kan..

Bahkan beberapa praktisi Industri percetakan berani ngomong gini bahwa meski penetrasi internet di negara ini sudah sedemikian luas, geliat bisnis koran, buku, majalah, dan sebagainya masih sangat tinggi. Dengan kata lain, sedahsyat apapun kemajuan teknologi online, industri percetakan di tanah air tak akan mati.

Namun ini tetep aje tergantung dari pengelolaannya, jikalau salah dalam melakukan missmanagement atau mngkin perusahaan tak memiliki customer satisfaction, strategi marketing yang tepat, serta tak up to date pada teknologi dan informasi maka sebuah kebangkrutan bisa saja akan menyambangi si pengusaha.

Investasi Besar

Kunci keberhasilan dalam bisnis percetakan adalah kecepatan, efisiensi, dan ketepatan waktu pengerjaan, serta kualitas produk yang dihasilkan . Untuk itu, pelaku usaha jasa percetakan ini dituntut untuk menanamkan investasi yang sungguh sangat besar, khususnya dalam pengadaan mesin cetak yang sesuai dengan harapan pelanggan. Maka tidak mengherankan seluruh pelaku usaha di bidang ini sekarang berlomba-lomba memamerkan mesin-mesin andalan mereka yang dapat menghasilkan cetakan yang berkualitas dengan harga yang sangat kompetitif. Tapi INGAT!! sekali lagi ya saya INGATKAN!! tak selamanya yang memiliki modal besar akan bertahan lama dalam industri ini. dan pembuktiannya bisa dilihat dari gambar dibawah ini. Ini adalah salah satu testimoni ttg masalah ini.

testimoni[sumber : kaskus – forum diskusi usaha digital print dan advertising (no.154)]

Dan sebagai penutup ada sebuah petikan sumber bahagia lagi untuk pelaku usaha yang sudah bergelut dan yang ingin bergelut di bidang ini.

“Persatuan Perusahaan Industri Grafika Indonesia juga memperkirakan bahwa industri grafikan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu sekitar 15%, mulai tahun 2010. Angka tersebut dianggap realistis di tengah realita kenaikan harga kertas yang kian melambung. Indikasi kenaikan pertumbuhan tsb dapat dilihat dari tingginya konsumsi kertas dan peningkatan kapasitas industri Pulp Nasional. Pada tahun 2008, konsumsi kertas mengalami kenaikan sebesar 12% dibanding tahun sebelumnya, yakni dr 9jeti TON menjadi 12,5jeti TON” [Sumber : majalah Print Media (edisi 49, Nov-Des 2012)]

Nah dari sekian banyak ulasan yang sudah saya jabarkan diatas. Bagaimana? Apakah masih menganggap industri percetakan akan rapuh dan musnah ditelan jaman? Saya rasa untuk 10 tahun kedepan di indonesia, bisnis ini masih menjadi lahan yang sangat basah dan bahkan dapat meningkat. So KEJAR KESEMPATAN, PELUANG MASIH TERBUKA SOB!!

Dan industri percetakan sekarng ini dapat saya katakan seperti halnya industri radio yang posisinya sama saat seperti industri pertelevisian dan multimedia interaktif yang gencar masuk ke tanah air, daann sekarang bisa kita bagaimana industri radio? tergerus oleh jaman kah? NO!!

dan saya selalu ter-ngiang ngiang dengan pernyataan ini. sehingga membuat saya selalu bersemangat juga untuk membangun kerajaan printing.

“apa perihal yang hilang saat kau membaca buku atau majalah lewat hpmu, laptopmu,atau gadget canggihmu lah. apa? ada 2. pertama, bau khas selembar kertas.dan. kedua, cerita/silaturahmi saat saling tukar pinjam buku”

oke! sekian dulu ah sharing saya tentang lika-liku industri percetakan dulu,sekarang, dan nanti (bahasa gahulnya past,present, and future)..

akhir kata,

Wassalamualaikum,wr.,wb